Rakernas I IGI 2026: Dari Forum Serius Menjadi Panggung Kebersamaan yang Menghidupkan Energi Guru Indonesia


Langit pertengahan April seperti ikut merestui sebuah peristiwa penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Selama tiga hari, 17–19 April 2026, para pendidik dari berbagai penjuru negeri berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Ikatan Guru Indonesia (IGI) masa bakti 2026–2031 yang digelar di BGTK Banten.

Rakernas kali ini bukan sekadar forum pengambilan keputusan. Ia menjelma menjadi ruang hangat yang memadukan gagasan, tawa, dan energi kolektif para guru. Sejumlah kesepakatan strategis berhasil dirumuskan, menandai arah baru perjalanan IGI ke depan. Namun lebih dari itu, suasana yang tercipta terasa berbeda, lebih cair, lebih hidup, dan lebih manusiawi.

Ketua Steering Committee, Jasmansyah, menyampaikan bahwa Rakernas 2026 memang sengaja dikemas dengan pendekatan yang tidak biasa. “Kami ingin peserta tidak hanya berpikir, tetapi juga merasakan. Rakernas ini dirancang agar semua yang hadir bisa menikmati proses, merasa bahagia, dan pulang dengan energi baru,” ungkapnya.


Dan benar saja, suasana itu terasa sejak hari pertama. Forum-forum diskusi berjalan dinamis, diperkaya dengan sesi sharing praktik baik dari berbagai wilayah dan daerah. Ide-ide tidak hanya disampaikan, tetapi juga dipertukarkan dengan semangat kolaborasi. Masukan dari daerah mengalir deras, membentuk mozaik pemikiran yang kaya dan membumi.

Menariknya, meskipun beberapa sesi berlangsung hingga melewati pukul 12 malam, antusiasme peserta tidak surut. Justru, kehangatan kebersamaan menjadi bahan bakar yang menjaga semangat tetap menyala. Para peserta menikmati setiap rangkaian kegiatan seperti menikmati percakapan panjang yang tak ingin segera diakhiri.

Salah satu peserta dari Maluku Utara, Sardin, mengungkapkan kesannya dengan penuh semangat. Ia mengaku sangat menikmati Rakernas kali ini. “Biasanya kegiatan organisasi terasa kaku dan terlalu serius. Tapi sekarang berbeda. Lebih cair, lebih hangat, dan terasa seperti keluarga besar. Harapan kami, ke depan kegiatan IGI tetap seperti ini, tidak monoton, tetapi membangun kebersamaan,” ujarnya.

Tidak hanya forum resmi, panitia juga menghadirkan sentuhan humanis melalui kegiatan city tour yang difasilitasi oleh pemerintah daerah Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi ruang relaksasi sekaligus mempererat hubungan antar peserta, seolah menegaskan bahwa membangun organisasi juga membutuhkan rasa, bukan sekadar logika.

Rakernas ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus pusat IGI masa bakti 2026–2031, menjadi tonggak awal kepemimpinan baru. Selain itu, seminar nasional yang menghadirkan para ahli pendidikan turut memperkaya wawasan peserta.

Puncak energi terasa saat sesi bersama Dewan Pakar IGI, Anies Rasyid Baswedan. Dalam paparannya, beliau tidak hanya memberikan perspektif, tetapi juga menyuntikkan semangat dan inspirasi yang terasa mengalir ke seluruh ruangan. Seolah, setiap peserta pulang dengan “baterai baru” untuk kembali mengabdi di daerah masing-masing.


Rakernas I IGI 2026 akhirnya bukan hanya tentang keputusan yang dihasilkan, tetapi tentang pengalaman yang dirasakan. Ia menjadi bukti bahwa organisasi bisa tetap serius tanpa kehilangan kehangatan, bisa tetap produktif tanpa kehilangan kebahagiaan.

Di tengah dunia pendidikan yang terus bergerak, Rakernas ini seperti oase: tempat para guru berhenti sejenak, saling menguatkan, lalu kembali melangkah dengan langkah yang lebih mantap dan hati yang lebih penuh.

Penulis : DR. Jasmansyah, M.Pd., MH.

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post